Lewati ke konten

Catat pengeluaran

Butuh paket Basic+

Omzet besar tapi uang tetap habis — keluhan paling umum pemilik usaha kecil. Penyebabnya hampir selalu sama: uang keluar tidak pernah dicatat, jadi tidak ada yang tahu ke mana perginya.

  1. Buka Pengeluaran.
  2. Ketuk Tambah Pengeluaran.
  3. Isi jumlah dan keterangannya.
  4. Pilih kategori bila ada.
  5. Ketuk Simpan Pengeluaran.

Kalau belum ada, tertulis “Belum ada pengeluaran dicatat.”

Semua uang keluar yang bukan pembelian barang dagangan:

  • Listrik, air, internet
  • Sewa tempat
  • Bensin, ongkos kirim
  • Upah harian, uang makan karyawan
  • Perbaikan alat, beli plastik dan kemasan
  • Uang keamanan, kebersihan

Godaannya adalah hanya mencatat yang besar. Justru yang kecil-kecil yang paling sering menjelaskan ke mana uang pergi — plastik, bensin motor antar, kopi untuk tukang, parkir.

Masing-masing tidak berarti. Dijumlahkan sebulan, sering setara dengan keuntungan beberapa hari berjualan.

Pengeluaran tunai yang diambil dari laci mengurangi Kas Diharapkan saat tutup shift.

Ini penting: kalau kasir mengambil Rp 50.000 dari laci untuk beli plastik tanpa mencatatnya, laci akan kurang Rp 50.000 di akhir hari — dan terlihat seperti uang hilang, padahal sudah jadi barang.

Mencatat pengeluaran menghilangkan seluruh kategori “selisih misterius” ini.

Pengeluaran muncul di laporan keuangan sebagai pengurang, sehingga Anda melihat untung bersih dan bukan sekadar omzet. Lihat Laporan keuangan & laba.