Lewati ke konten

Catat pembelian & pemasok

Butuh paket Basic+

Setiap kali barang datang dari pemasok — kulakan, restock, kiriman rutin — catat di sini. Stok bertambah, dan harga modal Anda ikut diperbarui.

  1. Buka Restock.
  2. Cari barangnya — ada kolom “Cari produk untuk diisi ulang…”.
  3. Isi Jumlah Dibeli.
  4. Isi Harga Beli per satuan.
  5. Pilih pemasoknya bila ada.
  6. Simpan.

Stok langsung bertambah begitu disimpan.

Selalu isi harga beli, meski tidak berubah

Section titled “Selalu isi harga beli, meski tidak berubah”

Ini kolom yang paling sering dilewati, dan paling mahal akibatnya.

Harga beli menentukan perhitungan untung Anda. Kalau harga kulakan naik dari Rp 12.000 ke Rp 14.000 dan Anda tidak mencatatnya, laporan tetap menghitung untung memakai angka lama — Anda merasa untung Rp 3.000 padahal tinggal Rp 1.000.

Di usaha bermargin tipis, kesalahan ini cukup untuk membuat barang yang merugi tampak menguntungkan selama berbulan-bulan.

Kalau barang dibeli dalam satuan besar tapi dijual eceran, pilih Satuan Pembelian yang sesuai. Beli 5 box, stok bertambah sesuai isinya — tanpa Anda menghitung konversi.

Ini perlu satuannya disiapkan dulu: Satuan bertingkat.

Mencatat pemasok membuat Anda bisa menelusuri barang datang dari siapa, dan berapa harga terakhir dari masing-masing. Berguna saat menawar, atau saat ada barang bermasalah dan Anda perlu tahu asalnya.

Kalau Anda membeli dengan tempo (bayar belakangan), kewajiban itu masuk sebagai Hutang (Anda Berutang) di menu Utang & Piutang — lihat Penjualan kredit untuk gambaran kedua arahnya.

Dua-duanya menambah stok, tapi jangan tertukar:

Situasi Gunakan
Barang datang dari pemasok Restock (halaman ini)
Hitungan fisik tidak cocok dengan catatan Penyesuaian stok

Kalau barang datang dicatat sebagai penyesuaian, stoknya memang bertambah — tapi harga modal tidak ikut terbarui, dan tidak ada jejak siapa pemasoknya. Laporan keuntungan Anda pelan-pelan jadi salah.