Lewati ke konten

Barcode & kode produk

Untuk toko dengan barang bermerek, barcode adalah cara tercepat dan paling akurat menemukan produk — tidak mungkin tertukar antara dua varian yang mirip.

Ketuk Pindai Barcode, lalu arahkan kamera ke kode di kemasan. Produk langsung masuk ke keranjang.

Pertama kali, HP meminta izin: “Izin kamera diperlukan untuk memindai barcode.” Pilih Izinkan.

Muncul “Produk tidak ditemukan: …” — artinya kode itu belum terpasang pada produk mana pun.

Ini normal untuk barang baru. Buka produknya, isi kolom SKU dengan kode tersebut (atau pindai langsung dari form produk), lalu simpan. Pemindaian berikutnya akan langsung mengenalinya.

Tidak. Kamera HP sudah cukup untuk warung dan toko kecil.

Alat pemindai terpisah baru sepadan kalau Anda memindai ratusan barang per hari — kecepatannya terasa, tapi di bawah itu kamera HP tidak menghambat.

Sayur, gorengan, sembako curah, dan jasa tidak punya barcode. Itu tidak masalah — kategori dan pencarian nama justru lebih cepat untuk barang seperti ini.

Gunakan barcode di tempat yang memang menguntungkan, jangan dipaksakan ke seluruh katalog.

Sebagian produk membawa lebih dari satu kode — misalnya GTIN pada barang ritel internasional, atau nomor izin edar pada produk kesehatan.

Kalau produk Anda punya beberapa kode, simpan yang paling sering dipindai kasir sebagai kode utamanya. Itu yang menentukan kecepatan di kasir sehari-hari.

  • Bersihkan kemasan; kode yang kusut atau basah sering gagal terbaca
  • Pastikan cahaya cukup — kamera kesulitan di tempat gelap
  • Jaga jarak sekitar 10–15 cm dan tahan sebentar
  • Kalau tetap gagal, ketik saja nama produknya; jangan menahan antrean